Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:00

[1] Kidung Agung oleh Raja Salomo. Mempelai perempuan:

[2] Semoga diciumnya aku dengan kecupan bibirnya! Kerana cumbuanmu lebih nikmat daripada air anggur.

[3] Harum urapan minyak wangimu menggembirakan, dan namamu bak curahan minyak wangi, lantas betapa engkau dipuja para perawan!

[4] Rengkuhlah aku di belakangmu! Ayuh kita bergegas! Aku sudah dibawa sang raja ke dalam biliknya. Para perawan kepada mempelai laki-laki Meriahlah kami beriang ria kerana engkau, kami akan menyanjung cintamu lebih daripada air anggur. Mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki Patutlah mereka cinta kepadamu! Mempelai perempuan kepada para perawan

[5] Memang aku hitam, tetapi elok, wahai para puteri Yerusalem, biarpun hitam bak khemah-khemah Kedar, namun elok seperti tirai istana Salomo!

[6] Usah tenung aku kerana aku hitam, kerana panasnya suria menggelapkan wajahku. Anak-anak ibuku yang marah kepadaku, menjadikan aku penjaga kebun anggur; hinggakan kebun anggurku sendiri tidak kujaga.

[7] Beritahu aku, wahai kekasih hatiku, di manakah engkau menggembala domba, di manakah engkau membiarkan kawanan itu berehat kala tengah hari? Agar aku tidak tercari-cari engkau di antara kawanan domba para sahabatmu? Sang kekasih kepada mempelai perempuan

[8] Jika engkau tidak tahu, wahai yang tercantik di antara semua perempuan, keluarlah mengikuti jejak kawanan dombaku dan gembalakanlah anak-anak kambingmu berdekatan khemah-khemah para gembala. Mempelai laki-laki

[9] Sayangku, aku membanding engkau dengan kuda betina pada rata-rata Firaun.

[10] Comelnya pipimu dengan perhiasan dan lehermu yang dikalungkan manik-manik.

[11] Untukmu akan kami buat perhiasan-perhiasan emas yang bertatah perak. Mempelai perempuan

[12] Sementara seorang raja berada di mejanya, semerbaklah bau narwastu.

[13] Bagiku kekasihku bak sebungkus damar wangi yang tersimpan di antara payudaraku.

[14] Bagiku kekasihku bak serumpun bunga inai di kebun-kebun anggur En-Gedi. Mempelai laki-laki

[15] Wah, engkau sebegitu cantik, sayangku! Wah, engkau sebegitu cantik! Matamu bagaikan burung merpati. Mempelai perempuan

[16] Wah, engkau sebegitu tampan, kekasihku! Sungguh menyenangkan! Rimbun dedaun itulah lelangit petiduran kita. Mempelai laki-laki

[17] Alang-alang rumah kita kayu araz, dan kasau-kasau atap kita kayu cemara.

Kidung Agung — Chapters