[1] -
[2] Dengarkanlah sebentar lagi, dan bersabarlah, masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.
[3] Pengetahuanku luas; akan kugunakan itu untuk membuktikan bahwa adillah Penciptaku.
[4] Perkataanku tidak ada yang palsu; orang yang sungguh arif ada di depanmu.
[5] Allah itu perkasa! Segala sesuatu difahami-Nya. Tak seorang pun dipandang-Nya hina.
[6] Orang yang berdosa tak dibiarkan-Nya hidup lama, Ia memberi keadilan kepada orang yang menderita.
[7] Orang-orang jujur diperhatikan-Nya, dibuat-Nya mereka berkuasa seperti raja-raja, sehingga mereka dihormati selama-lamanya.
[8] Tetapi bila orang dibelenggu dengan rantai besi, menderita akibat perbuatannya sendiri,
[9] maka dosa dan kesombongan mereka akan disingkapkan oleh Allah.
[10] Disuruhnya mereka mendengarkan peringatan-Nya dan meninggalkan kejahatan mereka.
[11] Jika mereka menurut kepada Allah dan berbakti kepada-Nya, mereka hidup damai dan makmur sampai akhir hayatnya.
[12] Tetapi jika mereka tidak mendengarkan, mereka akan mati dalam kebodohan.
[13] Orang yang tak bertuhan menyimpan kemarahan; biar dihukum TUHAN, tak mau mereka minta bantuan.
[14] Mereka mati kepayahan di masa mudanya, karena hidupnya penuh hina.
[15] Allah mengajar manusia melalui derita, Ia memakai kesusahan untuk menyadarkannya.
[16] Allah telah membebaskan engkau dari kesukaran, sehingga kau dapat menikmati ketentraman, dan meja hidanganmu penuh makanan.
[17] Tetapi kini sesuai dengan kejahatanmu, engkau menerima hukumanmu.
[18] Waspadalah, jangan kau tertipu oleh uang sogokan; jangan kau disesatkan karena kekayaan.
[19] Sia-sia saja kau berseru minta dibantu, percuma segala tenaga dan kekuatanmu.
[20] Jangan kaurindukan malam gelap, saatnya bangsa-bangsa musnah dan lenyap.
[21] Waspadalah, jangan berpaling kepada kedurhakaan. Deritamu dimaksudkan agar kautinggalkan kejahatan.
[22] Ingatlah, Allah itu sungguh besar kuasa-Nya. Adakah guru sehebat Dia?
[23] Siapakah dapat menentukan jalan bagi-Nya atau berani menuduh-Nya berbuat salah?
[24] Selalu Ia dipuji karena karya-Nya, dan engkau pun patut menjunjung-Nya.
[25] Semua orang melihat perbuatan-Nya; tetapi tak seorang pun benar-benar memahami-Nya.
[26] Allah sungguh mulia, tak dapat kita menyelami-Nya ataupun menghitung jumlah tahun-Nya.
[27] Allah yang menarik air dari bumi menjadi awan lalu mengubahnya menjadi tetesan air hujan.
[28] Ia mencurahkan hujan dari mega; disiramkan-Nya ke atas umat manusia.
[29] Tak seorang pun mengerti gerak awan-awan serta bunyi guruh di langit tempat Allah berdiam.
[30] Ia menerangi seluruh langit dengan kilat, tetapi dasar laut tetap gelap pekat.
[31] Itulah caranya Ia menghidupi bangsa-bangsa dan memberinya makanan yang berlimpah ruah.
[32] Ia menangkap kilat dengan tangan-Nya dan menyuruhnya menyambar sasaran-Nya.
[33] Bunyi guruh menandakan bahwa badai akan melanda, ternak pun tahu angin ribut segera tiba.