Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 13:41

[1] Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.

[2] Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

[3] Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami,

[4] kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.

[5] Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka,

[6] supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,

[7] supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya;

[8] dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.

[9] Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran;

[10] mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya.

[11] Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

[12] Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan;

[13] dibelah-Nya laut, diseberangkan-Nya mereka; didirikan-Nya air sebagai bendungan,

[14] dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api;

[15] dibelah-Nya gunung batu di padang gurun, diberi-Nya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya;

[16] dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu, dan dibuat-Nya air turun seperti sungai.

[17] Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.

[18] Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.

[19] Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?

[20] Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?"

[21] Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel,

[22] sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.

[23] Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,

[24] menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;

[25] setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

[26] Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya;

[27] Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut;

[28] Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu.

[29] Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan.

[30] Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka;

[31] maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

[32] Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

[33] Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.

[34] Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah;

[35] mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.

[36] Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia.

[37] Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.

[38] Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

[39] Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.

[40] Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara!

[41] Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.

[42] Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan,

[43] ketika Ia mengadakan tanda-tanda di Mesir dan mujizat-mujizat di padang Zoan.

[44] Ia mengubah menjadi darah sungai-sungai mereka dan aliran-aliran air mereka, sehingga tidak terminum;

[45] Ia melepaskan kepada mereka lalat pikat yang memakan mereka, dan katak-katak yang memusnahkan mereka;

[46] Ia memberikan hasil tanah mereka kepada ulat, dan hasil jerih payah mereka kepada belalang;

[47] Ia mematikan pohon anggur mereka dengan hujan batu, dan pohon-pohon ara mereka dengan embun beku;

[48] Ia membiarkan kawanan binatang mereka ditimpa hujan es, dan ternak mereka disambar halilintar;

[49] Ia melepaskan kepada mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kegeraman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka;

[50] Ia membiarkan murka-Nya berkobar, Ia tidak mencegah jiwa mereka dari maut, nyawa mereka diserahkan-Nya kepada penyakit sampar;

[51] dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham;

[52] disuruh-Nya umat-Nya berangkat seperti domba-domba, dipimpin-Nya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun;

[53] dituntun-Nya mereka dengan tenteram, sehingga tidak gemetar, sedang musuh mereka dilingkupi laut;

[54] dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, yakni pegunungan ini, yang diperoleh tangan kanan-Nya;

[55] dihalau-Nya bangsa-bangsa dari depan mereka, dibagi-bagikan-Nya kepada mereka tanah pusaka dengan tali pengukur, dan disuruh-Nya suku-suku Israel mendiami kemah-kemah mereka itu.

[56] Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya;

[57] mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang memperdaya;

[58] mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka.

[59] Ketika Allah mendengarnya, Ia menjadi gemas, Ia menolak Israel sama sekali;

[60] Ia membuang kediaman-Nya di Silo kemah yang didiami-Nya di antara manusia;

[61] Ia membiarkan kekuatan-Nya tertawan, membiarkan kehormatan-Nya jatuh ke tangan lawan;

[62] Ia membiarkan umat-Nya dimakan pedang, dan gemaslah Ia atas milik-Nya sendiri.

[63] Anak-anak teruna mereka dimakan api, dan anak-anak dara mereka tidak lagi dipuja dengan nyanyian perkawinan;

[64] imam-imam mereka gugur oleh pedang, dan janda-janda mereka tidak dapat menangis.

[65] Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur;

[66] Ia memukul mundur para lawan-Nya, Ia menyebabkan mereka mendapat cela untuk selama-lamanya.

[67] Ia menolak kemah Yusuf, dan suku Efraim tidak dipilih-Nya,

[68] tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya;

[69] Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya;

[70] dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;

[71] dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.

[72] Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Mazmur — Chapters