Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 6:06

[1] Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud.

[2] Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku!

[3] Perhatikanlah aku dan jawablah aku! Aku mengembara dan menangis karena cemas,

[4] karena teriakan musuh, karena aniaya orang fasik; sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku, dan dengan geramnya mereka memusuhi aku.

[5] Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku.

[6] Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku.

[7] Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,

[8] bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. S e l a

[9] Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

[10] Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota!

[11] Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana;

[12] penghancuran ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu.

[13] Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.

[14] Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:

[15] kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.

[16] Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.

[17] Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku.

[18] – Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.

[19] Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku.

[20] Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, – Dia yang bersemayam sejak purbakala. S e l a Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah.

[21] Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya;

[22] mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.

[23] Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

[24] Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Mazmur — Chapters