Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 5:39

[1] Maka Elifas, orang T'eman, menjawab:

[2] "Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri.

[3] Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh?

[4] Apakah karena takutmu akan Allah, maka engkau dihukum-Nya, dan dibawa-Nya ke pengadilan?

[5] Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan?

[6] Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu, dan merampas pakaian orang-orang yang melarat;

[7] orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan,

[8] tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya.

[9] Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan.

[10] Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba.

[11] Terangmu menjadi gelap, sehingga engkau tidak dapat melihat dan banjir meliputi engkau.

[12] Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!

[13] Tetapi pikirmu: Tahu apa Allah? Dapatkah Ia mengadili dari balik awan-awan yang gelap?

[14] Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit!

[15] Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat,

[16] mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, yang alasnya dihanyutkan sungai;

[17] mereka yang berkata kepada Allah: Pergilah dari pada kami! dan: Yang Mahakuasa dapat berbuat apa terhadap kami?

[18] Namun Dialah juga yang memenuhi rumah mereka dengan segala yang baik – tetapi rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku.

[19] Hal itu dilihat oleh orang benar dan mereka bersukaria; orang yang tidak bersalah mengolok-olok mereka:

[20] Sungguh, lawan kami telah dilenyapkan, dan peninggalan mereka telah habis dimakan api.

[21] Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan.

[22] Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.

[23] Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu,

[24] membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai,

[25] dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu,

[26] maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.

[27] Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu.

[28] Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.

[29] Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!

[30] Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."

Ayub — Chapters