Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:51

[1] Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN.

[2] TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

[3] Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!

[4] Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.

[5] Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku.

[6] Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang.

[7] Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan.

[8] Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh.

[9] Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku, orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku.

[10] Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan,

[11] oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku.

[12] Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput.

[13] Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.

[14] Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.

[15] Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.

[16] Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

[17] bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,

[18] sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

[19] Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

[20] sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

[21] untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

[22] supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

[23] apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

[24] Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku.

[25] Aku berkata: “Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!”

[26] Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

[27] Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah;

[28] tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.

[29] Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.

Mazmur — Chapters