[1] Untuk pemimpin pujian. Syair Daud.
[2] Aku sangat menanti-nantikan Allah, lalu Ia berpaling padaku dan mendengar teriakanku.
[3] Ia mengangkat aku dari lubang kebinasaan, dari lumpur rawa. Ia menegakkan kakiku di atas bukit batu dan meneguhkan langkah-langkahku.
[4] Ia mengajari aku nyanyian baru, puji-pujian bagi Tuhan kita. Banyak orang akan melihatnya, lalu bertakwa dan percaya kepada Allah.
[5] Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya kepada Allah, dan tidak berpaling kepada orang-orang sombong atau menyimpang kepada dusta.
[6] Ya Allah, ya Tuhanku, banyak hal telah Kaulakukan, karya-Mu yang ajaib serta rancangan-Mu bagi kami! Tak ada yang dapat disetarakan dengan Engkau! Jika aku harus menyatakan dan mengatakannya, terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung.
[7] Engkau tidak menginginkan kurban sembelihan dan persembahan bahan makanan, tetapi Engkau telah memberikan kepadaku telinga yang terbuka. Kurban bakaran dan kurban penghapus dosa tidak Kautuntut.
[8] Kemudian, aku berkata, “Lihat, aku datang, dalam gulungan kitab sudah tertulis tentang aku.
[9] Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku, dan hukum-Mu ada di dalam dadaku.”
[10] Aku telah mewartakan kebenaran di dalam jemaah yang besar. Lihatlah, aku tidak menahan bibirku, ya Allah, Engkau pun mengetahuinya!
[11] Kebenaran-Mu tidak kusembunyikan di dalam hatiku, aku berbicara tentang kesetiaan-Mu dan keselamatan dari-Mu. Kasih abadi-Mu dan kebenaran-Mu tidak kurahasiakan di hadapan jemaah yang besar.
[12] Ya Allah, janganlah kiranya Kautahan rahmat-Mu dari diriku, biarlah kasih abadi-Mu dan kebenaran-Mu senantiasa memelihara aku.
[13] Karena malapetaka yang tak terhingga banyaknya telah mengelilingi aku. Kesalahan-kesalahanku menangkap aku dan aku tidak dapat melihat. Jumlahnya lebih banyak daripada rambut di kepalaku, hingga tawarlah hatiku.
[14] Ya Allah, sudilah kiranya melepaskan aku, ya Allah, segeralah tolong aku!
[15] Biarlah orang-orang yang berupaya melenyapkan nyawaku mendapat malu dan menjadi bingung. Biarlah orang-orang yang menginginkan celakaku mundur dan terkena aib.
[16] Biarlah orang-orang yang berkata kepadaku, “Syukur, syukur!” tertegun karena malu.
[17] Biarlah semua orang yang mencari Engkau bergirang dan bersukacita karena-Mu, dan biarlah orang-orang yang mencintai keselamatan dari-Mu senantiasa berkata, “Mahabesar Allah!”
[18] Aku ini sengsara dan miskin, kiranya Rabbi menghiraukan aku. Engkaulah penolongku dan pembebasku. Ya Tuhanku, janganlah kiranya berlambat-lambat.