Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:48

[1] Pada hari yang ketiga ada pernikahan di Kota Kana, di wilayah Galilea, dan ibu Isa ada di situ.

[2] Isa dan para pengikut-Nya diundang juga ke pernikahan itu.

[3] Ketika air anggur kurang, ibu Isa berkata kepada-Nya, “Mereka kehabisan anggur.”

[4] Sabda Isa kepadanya, “Wahai Ibu, janganlah Ibu menyuruh Aku. Waktu-Ku belum tiba.”

[5] Kata ibu Isa kepada para pelayan, “Lakukanlah apa yang dikatakan-Nya kepadamu.”

[6] Di situ ada enam buah tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat bani Israil. Tiap-tiap tempayan dapat memuat kira-kira seratus liter air.

[7] Sabda Isa kepada para pelayan itu, “Isilah tempayan-tempayan ini dengan air.” Lalu, mereka mengisi tempayan-tempayan itu dengan air sampai penuh.

[8] Kemudian, sabda-Nya kepada mereka, “Sekarang ambillah sedikit dan bawalah kepada pemimpin perjamuan.” Lalu, mereka pun membawanya.

[9] Setelah pemimpin perjamuan mengecap air yang telah dijadikan air anggur itu, ia pun memanggil mempelai laki-laki. Ia tidak tahu dari mana air anggur itu berasal, tetapi para pelayan yang mengambil dan membawa air itu tahu.

[10] Lalu, katanya kepada mempelai laki-laki itu, “Semua orang menghidangkan air anggur yang baik lebih dahulu dan apabila orang sudah puas minum, barulah dihidangkan yang kurang baik. Tetapi, engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

[11] Hal itu dilakukan Isa di Kota Kana, wilayah Galilea, sebagai permulaan dari tanda-tanda ajaib-Nya. Melalui hal itu, Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan para pengikut-Nya pun menjadi percaya kepada-Nya.

[12] Sesudah itu, Isa pergi ke Kapernaum bersama-sama dengan ibu-Nya, saudara-saudara-Nya, dan para pengikut-Nya. Mereka tinggal di sana selama beberapa hari saja.

[13] Ketika hari raya Paskah bani Israil hampir tiba, Isa pergi ke Yerusalem.

[14] Di Bait Allah didapati-Nya beberapa orang yang sedang menjual lembu, domba, dan merpati. Beberapa penukar uang pun sedang duduk di situ.

[15] Lalu, Ia membuat cemeti dari tali dan menghalau mereka semua dari Bait Allah itu bersama-sama dengan domba dan lembu mereka. Ia juga menyerakkan uang milik para penukar uang itu dan menjungkirbalikkan meja-meja mereka.

[16] Kemudian, sabda-Nya kepada mereka yang menjual burung merpati, “Bawa pergi semua ini, jangan kamu jadikan rumah Bapa-Ku sebagai tempat berjualan.”

[17] Teringatlah para pengikut-Nya bahwa telah tertulis, “Cinta terhadap bait-Mu membakar hati-Ku.”

[18] Jawab orang-orang Israil itu kepada-Nya, “Tanda ajaib apakah yang dapat Engkau tunjukkan kepada kami bahwa Engkau berhak berbuat demikian?”

[19] Sabda Isa kepada mereka, “Runtuhkanlah Bait Allah ini dan Aku akan membangunnya kembali dalam tiga hari.”

[20] Lalu, kata orang-orang Israil itu, “Empat puluh enam tahun lamanya Bait Allah ini dibangun, dan Engkau akan membangunnya dalam tiga hari?”

[21] Namun, Bait Allah yang dimaksudkan oleh Isa adalah tubuh-Nya sendiri.

[22] Setelah Isa hidup kembali dari antara orang mati, barulah para pengikut-Nya ingat bahwa Ia telah bersabda demikian. Lalu, mereka pun percaya pada Kitab Suci dan pada apa yang disabdakan Isa.

[23] Ketika Isa ada di Yerusalem, yaitu selama hari raya Paskah, banyak orang yang menjadi percaya dalam nama-Nya sebab mereka melihat semua tanda ajaib yang diadakan-Nya.

[24] Tetapi, Isa sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka sebab Ia mengenal mereka semua,

[25] dan Ia tidak membutuhkan seorang pun untuk memberi kesaksian tentang manusia karena Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Kitab Injil Yahya — Chapters