Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 2:49

[1] Sebab itu, pertama-tama aku menasihatkan supaya engkau memanjatkan permohonan, doa, syafaat, dan ucapan syukur bagi semua orang,

[2] bahkan bagi raja-raja dan semua pembesar supaya kita dapat hidup senang dan damai dalam segala kesalehan dan hormat.

[3] Hal yang demikian itu baik dan berkenan kepada Allah, Penyelamat kita.

[4] Ia menghendaki supaya semua orang memperoleh keselamatan serta dapat mengenal kebenaran.

[5] Sebab, hanya ada satu Tuhan dan satu Pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Isa Al-Masih,

[6] yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan bagi semua orang. Kesaksian itu dinyatakan pada saat yang tepat,

[7] dan untuk hal itu aku telah ditentukan menjadi seorang khatib dan seorang rasul—perkataanku benar, aku tidak berbohong—serta menjadi seorang guru dalam iman dan kebenaran bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah.

[8] Sebab itu, demikianlah kehendakku, yaitu supaya di setiap tempat, laki-laki berdoa serta menadahkan tangan yang suci tanpa disertai kemarahan atau perbantahan.

[9] Demikian juga perempuan-perempuan, hendaklah mereka mendandani diri mereka secara pantas dan memakai pakaian yang sopan serta sederhana. Janganlah mereka mengepang-ngepang rambut, memakai emas, mutiara, atau pakaian yang mahal-mahal harganya,

[10] melainkan hendaklah mereka mendandani diri mereka dengan perbuatan yang baik. Demikianlah yang patut dilakukan oleh perempuan yang mengaku dirinya bertakwa.

[11] Seorang perempuan juga hendaknya belajar dengan sikap yang tenang serta sungguh-sungguh merendahkan dirinya.

[12] Aku tidak memberi izin bagi perempuan untuk mengajar atau memerintah laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri.

[13] Karena Nabi Adamlah yang lebih dulu dijadikan, baru kemudian Hawa,

[14] dan bukan Adam yang tertipu, melainkan perempuan itu sehingga ia jatuh dalam pelanggaran.

[15] Tetapi, ia akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia tetap tinggal di dalam iman, kasih, dan kesucian, serta dalam kesederhanaan.

Surat 1 Timotius — Chapters