Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 8:12

[1] Lalu Yesus berkata kepada mereka semua yang ada di situ, “Apa yang Aku katakan ini memang benar: Setiap orang yang mau masuk ke dalam kandang domba harus melewati pintu. Kalau malam hari dia masuk dengan memanjat pagar, tentulah dia orang yang mau mencuri dan merampok domba-domba itu.

[2] Sedangkan gembala domba itu pasti masuk melalui pintu.

[3] Lalu penjaga kandang akan membuka pintu baginya. Dan ketika gembala itu memanggil nama setiap dombanya, domba-domba itu pun akan mengenal suaranya, dan mengikutinya ketika dia menuntun domba-dombanya keluar.

[4] Dan ketika dia mengeluarkan domba-domba itu, dia selalu berjalan di depan. Domba-dombanya selalu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

[5] Tetapi domba-domba itu tidak akan mengikuti orang lain— bahkan akan lari dari orang itu karena domba-domba itu tidak mengenal suaranya.”

[6] Sesudah Yesus menceritakan kiasan itu, kami semua yang mendengarkan-Nya tidak mengerti apa maksudnya.

[7] Jadi, Yesus berkata lagi, “Apa yang Aku katakan ini memang benar: Akulah pintu masuk ke kandang domba.

[8] Setiap orang yang datang sebelum Aku dan mengaku sebagai gembala, mereka adalah pencuri dan perampok. Tetapi domba-domba itu tidak mengikuti mereka.

[9] Ya, Akulah pintu. Setiap orang yang masuk melalui Aku, akan selamat. Dan Aku akan menjaga mereka supaya bisa keluar masuk kandang dengan aman dan mendapatkan makanan.

[10] Tetapi pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Tetapi Aku sudah datang ke dunia ini untuk memberi hidup— yaitu hidup yang penuh berkat.

[11] “Akulah gembala yang setia. Seorang gembala yang setia akan menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan domba-dombanya.

[12] Tetapi pekerja upahan tidak akan bekerja seperti gembala pemilik domba-domba itu. Ketika pekerja itu melihat serigala datang, dia akan lari dan meninggalkan domba-domba itu. Lalu serigala itu akan menangkap salah satu domba, dan yang lainnya akan lari ke sana kemari.

[13] Dia lari karena dia bekerja hanya sebagai seorang upahan saja dan dia tidak peduli dengan domba-domba itu.

[14] “Aku adalah gembala yang setia. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk menyelamatkan domba-domba-Ku. Sama seperti Bapa-Ku sangat mengenal Aku, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku. Dan sama seperti Aku sangat mengenal Bapa, begitu juga domba-domba-Ku mengenal Aku.

[16] Aku juga mempunyai domba-domba lain yang belum tergabung ke dalam kelompok ini. Jadi Aku perlu memimpin mereka supaya bergabung ke dalam kelompok yang satu ini. Mereka juga akan mendengar suara-Ku. Dan akhirnya semua domba-Ku akan menjadi satu kelompok dengan satu gembala— yaitu Aku.

[17] Jadi, itulah sebabnya Bapa mengasihi Aku: Karena Aku sudah bersedia menyerahkan nyawa-Ku untuk menyelamatkan mereka. Tetapi setelah mati, Aku akan hidup lagi.

[18] Kematian-Ku bukan karena siapa-siapa. Sebaliknya, Aku sendiri yang menyerahkan nyawa-Ku. Karena Aku sendiri yang berhak atas nyawa-Ku— baik untuk menentukan waktu kematian-Ku maupun waktu Aku hidup kembali. Ini semua sesuai dengan perintah Bapa kepada-Ku.”

[19] Waktu orang Yahudi mendengar Yesus mengajar seperti itu, mereka mulai bertengkar satu sama lain.

[20] Banyak di antara mereka yang mengatakan, “Dia gila karena dikuasai setan. Tidak usah dengarkan dia!”

[21] Tetapi yang lain berkata, “Apa yang baru saja dia katakan itu bukan seperti perkataan orang yang dikuasai setan! Orang yang dikuasai setan tidak mungkin menyembuhkan mata orang buta.”

[22] Tidak lama kemudian Yesus berada di Yerusalem pada waktu perayaan memperingati Peresmian Rumah Allah. Waktu itu musim dingin.

[23] Dan Yesus sedang berjalan-jalan di Teras Salomo di Rumah Allah.

[24] Kemudian para pemimpin Yahudi datang berkumpul di sekeliling Yesus dan berkata kepada-Nya, “Sudah begitu lama kami menunggu untuk kamu mengatakan dengan terus terang tentang siapa dirimu sebenarnya! Kalau kamu memang Kristus, katakanlah!”

[25] Lalu jawab-Nya, “Aku sudah memberitahukan, tetapi kalian tidak percaya. Aku sudah melakukan banyak keajaiban dalam nama Bapa-Ku. Hal-hal itu menunjukkan jabatan-Ku.

[26] Tetapi kalian tidak percaya karena kalian bukan domba-domba-Ku.

[27] Karena domba-domba-Ku selalu mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka, dan mereka selalu mengikut Aku.

[28] Aku memberikan hidup yang selama-lamanya kepada mereka. Jadi domba-domba-Ku tidak akan mati selamanya, dan tidak ada yang bisa merampas mereka dari tangan-Ku.

[29] Yang sudah memberikan domba-domba itu kepada-Ku adalah Bapa-Ku. Dialah yang lebih berkuasa dari semua yang ada, dan tidak ada yang bisa merampas mereka dari tangan Kami.

[30] Bapa dan Aku adalah satu.”

[31] Lalu sekali lagi para pemimpin itu mengambil batu untuk melempari Yesus sampai mati.

[32] Tetapi Dia berkata kepada mereka, “Sesuai perintah Bapa-Ku, Aku sudah mengerjakan banyak keajaiban di tengah-tengah kalian. Jadi, apakah ada keajaiban yang kalian tidak suka, sehingga kalian mau membunuh Aku dengan batu?”

[33] Lalu mereka menjawab, “Bukan! Kami tidak mau membunuh kamu karena keajaiban yang kamu lakukan, tetapi karena kamu menghina Allah. Kamu hanya manusia saja, tetapi kamu menjadikan dirimu sama seperti Allah.”

[34] Lalu Yesus menjawab, “Kalian sudah menerima Firman Tuhan, dan memang pernah membaca di dalamnya bahwa Allah berkata, ‘Kalian semua adalah anak-anak Allah Yang Mahabesar, dan bersifat seperti Dia.’

[35] Tentu Firman Tuhan selalu benar. Jadi kalau Allah sendiri menyebut orang-orang itu anak-anak-Nya— yaitu mereka yang sudah menerima Firman Allah,

[36] kalian tidak perlu berpikir bahwa Aku menghina Allah karena Aku berkata, ‘Aku adalah Anak Allah.’ Dialah yang mengkhususkan dan mengutus Aku ke dalam dunia ini.

[37] Kalau Aku tidak melakukan keajaiban-keajaiban yang memuliakan Bapa-Ku, kalian tidak usah ikut ajaran-Ku.

[38] Tetapi kalau Aku memang melakukan banyak keajaiban yang memuliakan Bapa-Ku, dan kalian tetap tidak mau percaya kepada-Ku, sebaiknya hendaklah kalian percaya bahwa hal-hal yang Aku lakukan itu berasal dari Bapa. Dengan begitu kalian akan tahu dan mengerti bahwa Bapa sudah bersatu dengan Aku, dan Aku bersatu dengan Dia.”

[39] Lalu mereka mencoba lagi untuk menangkap Yesus, tetapi ada sesuatu yang menghalangi mereka sehingga Dia terlepas dari tangan mereka.

[40] Kemudian Dia pergi ke seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu tinggal di sana.

[41] Banyak orang datang kepada-Nya. Mereka berkata, “Satu keajaiban pun tidak pernah Yohanes lakukan, tetapi semua yang dia katakan tentang orang ini adalah benar.”

[42] Dan di situ banyak orang yang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Kristus.

Injil Yohanes — Chapters