[1] -
[3] TUHAN menyuruh aku pergi ke Rumah-Nya dan berdiri di pintu gerbang yang dilalui orang Yehuda yang datang berbakti. Ia menyuruh aku mengumumkan pesan-Nya ini kepada mereka, “Ubahlah kelakuan dan cara hidupmu, maka Aku, TUHAN Yang Mahakuasa, Allah Israel akan mengizinkan kamu tetap tinggal di sini.
[4] Janganlah percaya kepada penipu yang berkata, ‘Kita aman, sebab ini Rumah TUHAN. Sungguh ini Rumah TUHAN!’
[5] Ubahlah hidupmu dan kelakuanmu. Berlakulah adil seorang terhadap yang lain.
[6] Jangan lagi menindas orang asing, anak yatim piatu, dan janda-janda. Jangan membunuh orang yang tidak bersalah di negeri ini. Jangan menyembah ilah-ilah lain, sebab hal itu akan membinasakan kamu.
[7] Kalau kamu mengubah cara hidupmu dan kelakuanmu serta berhenti melakukan semuanya itu, Aku akan mengizinkan kamu tetap tinggal di negeri ini yang telah Kuberikan sebagai tanah pusaka kepada leluhurmu.
[8] Tetapi, sesungguhnya percuma saja kamu percaya kepada kata-kata dusta.
[9] Kamu mencuri, membunuh, berzinah, memberi kesaksian dusta, mempersembahkan kurban kepada Baal, dan menyembah dewa-dewa yang tidak kamu kenal.
[10] Setelah semua itu kamu lakukan, kamu datang menghadap Aku di sini di Rumah-Ku sendiri, dan berkata, ‘Kami aman!’ Kemudian kamu melanjutkan perbuatanmu yang keji itu.
[11] Apakah kamu menganggap Rumah-Ku ini sarang perampok? Semua perbuatanmu sudah Kulihat.
[12] Pergilah ke Silo, kota yang dahulu Kupilih menjadi tempat ibadat kepada-Ku. Lihatlah apa yang telah Kulakukan terhadap tempat itu karena dosa umat-Ku Israel.
[13] Sekalipun berkali-kali Aku berbicara kepadamu, kamu tidak mau mendengarkan. Kamu melakukan semua dosa itu, dan tak mau menyahut jika Aku memanggil.
[14] Nah, Rumah-Ku yang kamu andalkan, dan tempat yang Kuberikan kepada leluhurmu dan kepadamu ini akan Kuperlakukan seperti Silo dahulu.
[15] Kamu akan Kuusir dari hadapan-Ku seperti telah Kuusir sanak keluargamu, umat Israel.”
[16] TUHAN berkata, “Yeremia, janganlah mendoakan orang-orang ini. Jangan minta tolong atau berdoa untuk mereka; jangan mendesak Aku, sebab Aku tidak mau mendengarkan permohonan itu.
[17] Engkau sudah melihat sendiri apa yang mereka lakukan di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan di Yerusalem!
[18] Anak-anak mengumpulkan kayu bakar, orang laki-laki menyalakan api, dan orang perempuan mencampur adonan untuk membuat kue bagi dewi yang mereka namakan Ratu Surga. Dan untuk menyakiti hati-Ku mereka juga mempersembahkan air anggur kepada ilah-ilah lain.
[19] Tetapi sesungguhnya, bukan Aku yang mereka sakiti, melainkan diri mereka sendiri sehingga mereka malu.
[20] Aku, TUHAN Yang Mahatinggi, akan menimpakan murka-Ku yang dahsyat ke atas rumah ibadat ini, atas manusia dan binatang, juga atas pohon-pohon dan hasil bumi. Kemarahan-Ku akan berkobar-kobar seperti api yang tidak dapat dipadamkan.”
[21] TUHAN berkata, “Hai umat-Ku, kamu tahu bahwa persembahan yang kamu bakar di atas mezbah harus dibakar sampai habis, dan persembahan lainnya boleh kamu makan. Tetapi Aku, TUHAN berkata, silakan makan saja semuanya!
[22] Ketika Aku membawa leluhurmu keluar dari Mesir, Aku tidak memberi mereka peraturan mengenai kurban bakaran atau kurban-kurban lainnya.
[23] Aku hanya memerintahkan mereka untuk mentaati Aku supaya Aku menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umat-Ku. Aku menyuruh mereka hidup menurut perintah-perintah-Ku supaya mereka bahagia.
[24] Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikan. Mereka malah menuruti kemauan hati mereka sendiri yang keras dan jahat itu. Mereka bukannya menjadi baik melainkan menjadi lebih jahat.
[25] Sejak leluhurmu keluar dari Mesir sampai hari ini Aku selalu mengutus hamba-hamba-Ku, para nabi, kepadamu.
[26] Tapi tak ada yang mendengarkan atau memperhatikan. Kamu malah menjadi lebih keras kepala dan jahat daripada leluhurmu.”
[27] Kemudian TUHAN berkata, “Karena itu, hai Yeremia, sekalipun engkau memberitahukan semuanya itu kepada umat-Ku, mereka tidak akan memperhatikan kata-katamu. Sekalipun engkau memanggil mereka, mereka tidak akan menjawab.
[28] Jadi, katakanlah kepada mereka bahwa mereka adalah suatu bangsa yang tidak mau taat kepada Aku, TUHAN, Allah mereka. Mereka tidak mau belajar dari hukuman yang telah dirasakannya. Kesetiaan kepada-Ku sudah lenyap, malah tidak dibicarakan lagi.”
[29] TUHAN berkata, “Wahai penduduk Yerusalem, berkabunglah! Potonglah rambutmu dan buanglah! Nyanyikanlah nyanyian ratapan di atas puncak-puncak di pegunungan, sebab Aku, TUHAN, sedang murka dan telah menolak kamu semua.
[30] Orang Yehuda telah melakukan kejahatan. Berhala-berhala mereka yang Kubenci itu telah mereka tempatkan di dalam Rumah-Ku, sehingga menajiskannya.
[31] Sebuah mezbah yang bernama Tofet telah mereka dirikan di Lembah Hinom untuk mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban bakaran. Padahal Aku tak pernah menyuruh mereka melakukan hal itu, bahkan tak pernah hal semacam itu timbul dalam pikiran-Ku.
[32] Karena itu, akan tiba waktunya tempat itu tidak lagi disebut Tofet atau Lembah Hinom, melainkan Lembah Pembantaian. Tanah itu akan menjadi tanah pekuburan karena tak ada tempat yang lain.
[33] Mayat-mayat mereka akan menjadi makanan burung dan binatang buas, tanpa ada yang mengusiknya.
[34] Negeri ini akan menjadi padang tandus. Suara kegembiraan dan suara pesta perkawinan akan Kuhentikan di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem.