Skip to content
Opens in a new window

[1] Marilah berkumpul, hai bangsa-bangsa, dan dengarlah. Biarlah seluruh bumi dan semua yang hidup di dalamnya datang dan mendengarkan.

[2] TUHAN marah kepada semua bangsa dan segala pasukan mereka. Ia akan menghukum dan membinasakan mereka.

[3] Mayat-mayat mereka tak akan dikuburkan, tetapi dibiarkan saja menjadi busuk dan berbau. Gunung-gunung akan merah karena kebanjiran darah mereka.

[4] Matahari, bulan dan bintang-bintang akan hancur. Langit akan digulung seperti gulungan kertas. Bintang-bintang akan jatuh seperti daun-daun yang berguguran dari pohon.

[5] TUHAN sudah menyiapkan pedang-Nya di surga, dan sekarang pedang itu akan menimpa bangsa Edom yang telah dijatuhi hukuman dan akan dibinasakan.

[6] Pedang TUHAN akan berlumuran darah dan penuh dengan lemak mereka, seperti dengan darah dan lemak binatang kurban. Sebab TUHAN menyediakan kurban di Bozra, dan mengadakan pembantaian besar-besaran di tanah Edom.

[7] Orang-orang akan tewas seperti lembu liar dan sapi muda. Negeri mereka akan merah dengan darah dan penuh dengan lemak.

[8] Itulah saatnya TUHAN membela Sion dan membalas dendam kepada musuh-musuh-Nya.

[9] Sungai-sungai Edom akan berubah menjadi ter, dan tanahnya menjadi belerang. Akhirnya seluruh negeri menyala seperti ter.

[10] Siang malam nyala itu tidak padam, dan asap mengepul daripadanya untuk selama-lamanya. Tanah itu akan ditinggalkan kosong dan gersang turun-temurun, dan tak seorang pun akan melaluinya.

[11] Burung undan dan landak akan mendiaminya, burung hantu dan gagak akan tinggal di sana. TUHAN menjadikan tanah itu kacau dan kosong seperti sebelum penciptaan.

[12] Tak ada raja yang memerintah negeri itu, dan semua pemimpinnya sudah lenyap.

[13] Puri-purinya dan kota-kotanya yang berkubu akan ditumbuhi semak berduri dan rumput, dan dihuni oleh anjing hutan dan burung unta.

[14] Binatang buas akan berkeliaran di dalamnya; hantu-hantu bersahut-sahutan, dan hantu malam mencari tempat beristirahat.

[15] Di tempat itu ular berbisa membuat sarangnya, bertelur, mengeram dan memelihara anak-anaknya. Burung alap-alap pun berkumpul dengan pasangannya masing-masing.

[16] Carilah dan bacalah dalam Kitab TUHAN: Tidak satu pun dari semua makhluk itu akan hilang atau tanpa pasangan. Sebab begitulah perintah TUHAN, dan Ia sendiri yang telah mengumpulkan mereka.

[17] Tuhanlah yang membagi negeri itu di antara mereka dan masing-masing menerima bagiannya. Mereka akan tinggal di situ untuk selama-lamanya, dan tanah itu menjadi milik mereka turun-temurun.

Yesaya — Chapters