Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 6:38

[1] Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.

[2] Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.

[3] Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.

[4] Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.

[5] Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan.

[6] Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.

[7] Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.

[8] Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku.

[9] Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui.

[10] Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian.

[11] Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun.

[12] Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah.

[13] Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya.

[14] Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari.

[15] Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh.

[16] Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu.

[17] Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.

[18] Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.

[19] “Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.”

[20] Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.

[21] Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:

[22] Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

[23] selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

[24] “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

[25] TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

[26] Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

[27] Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

[28] Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.

[29] Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.

[30] Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.

[31] Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.

[32] Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.

[33] Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.

[34] Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia,

[35] kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi,

[36] atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?

[37] Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?

[38] Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?

[39] Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!

[40] Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

[41] Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:

[42] Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni.

[43] Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.

[44] Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus.

[45] Kami Kaujadikan kotor dan keji di antara bangsa-bangsa.

[46] Terhadap kami semua seteru kami mengangakan mulutnya.

[47] Kejut dan jerat menimpa kami, kemusnahan dan kehancuran.

[48] Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku.

[49] Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,

[50] sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga.

[51] Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku.

[52] Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab.

[53] Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu.

[54] Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: “Binasa aku!”

[55] “Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.

[56] Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!

[57] Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”

[58] “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku.

[59] Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!

[60] Engkau telah melihat segala dendam mereka, segala rancangan mereka terhadap aku.”

[61] “Engkau telah mendengar cercaan mereka, ya TUHAN, segala rancangan mereka terhadap aku,

[62] percakapan orang-orang yang melawan aku, dan rencana mereka terhadap aku sepanjang hari.

[63] Amatilah duduk bangun mereka! Aku menjadi lagu ejekan mereka.”

[64] “Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka.

[65] Engkau akan mengeraskan hati mereka; kiranya kutuk-Mu menimpa mereka!

[66] Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!”

Ratapan — Chapters