Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:19

[1] “Sesungguhnya, semuanya itu telah dilihat mataku, didengar dan dipahami telingaku.

[2] Apa yang kamu tahu, aku juga tahu, aku tidak kalah dengan kamu.

[3] Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.

[4] Sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta, tabib palsulah kamu sekalian.

[5] Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu.

[6] Dengarkanlah pembelaanku, dan perhatikanlah bantahan bibirku.

[7] Sudikah kamu berbohong untuk Allah, sudikah kamu mengucapkan dusta untuk Dia?

[8] Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia?

[9] Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

[10] Kamu akan dihukum-Nya dengan keras, jikalau kamu diam-diam memihak.

[11] Apakah kebesaran-Nya tidak akan mengejutkan kamu dan ketakutan kepada-Nya menimpa kamu?

[12] Dalil-dalilmu adalah amsal debu, dan perisaimu perisai tanah liat.

[13] Diam! Aku hendak bicara, apa pun yang akan terjadi atas diriku!

[14] Dagingku akan kuambil dengan gigiku, dan nyawaku akan kutatang dalam genggamku.

[15] Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya.

[16] Itulah yang menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya.

[17] Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku.

[18] Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar.

[19] Siapa mau bersengketa dengan aku? Pada saat itu juga aku mau berdiam diri dan binasa.

[20] Hanya janganlah Kaulakukan terhadap aku dua hal ini, maka aku tidak akan bersembunyi terhadap Engkau:

[21] jauhkanlah kiranya tangan-Mu dari padaku, dan kegentaran terhadap Engkau janganlah menimpa aku!

[22] Panggillah, maka aku akan menjawab; atau aku berbicara, dan Engkau menjawab.

[23] Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu.

[24] Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?

[25] Apakah Engkau hendak menggentarkan daun yang ditiupkan angin, dan mengejar jerami yang kering?

[26] Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

[27] kakiku Kaumasukkan ke dalam pasung, segala tindak tandukku Kauawasi, dan rintangan Kaupasang di depan tapak kakiku?

[28] Dan semuanya itu terhadap orang yang sudah rapuh seperti kayu lapuk, seperti kain yang dimakan gegat!”

Ayub — Chapters