Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:28

[1] Ketahuilah bahwa kelak pada akhir zaman akan datang masa yang sukar.

[2] Orang-orang akan mengasihi dirinya sendiri dan mencintai uang. Mereka akan membesarkan diri, sombong, mengumpat orang, durhaka terhadap ibu dan bapaknya, tidak tahu berterima kasih, tidak suci,

[3] tidak menaruh kasih, tidak mau berdamai, suka memfitnah orang, tidak bisa mengendalikan diri, garang, membenci kebaikan,

[4] membelot, bersikap sembrono, congkak, lebih menyukai kenikmatan duniawi daripada Allah.

[5] Mereka kelihatan seperti orang-orang yang taat beribadah, padahal sebenarnya mereka menolak kuasanya. Jauhkanlah dirimu dari orang-orang yang demikian itu!

[6] Karena di antara orang-orang itu, ada juga yang masuk ke rumah-rumah orang, lalu menawan perempuan-perempuan tolol yang dosanya bertimbun-timbun, yang dikuasai oleh bermacam-macam keinginan,

[7] dan yang selalu mau diajar oleh siapa saja, tetapi tidak pernah dapat mengenal kebenaran.

[8] Seperti Yannes dan Yambres menentang Nabi Musa, demikian jugalah orang-orang itu menentang kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang rusak akalnya dan yang imannya terbukti palsu.

[9] Akan tetapi, mereka tidak akan bisa maju lebih jauh lagi karena kebodohan mereka nyata di hadapan semua orang, sama seperti kebodohan Yannes dan Yambres.

[10] Tetapi, engkau telah menuruti ajaranku, tingkah lakuku, tujuan hidupku, imanku, kesabaranku, kasihku, dan ketabahanku.

[11] Engkau pun tahu segala penganiayaan, kesusahan, dan hal-hal yang terjadi atas diriku di Antiokhia, Ikonium, dan Listra—semua penderitaan yang kualami. Namun, Tuhan melepaskan aku dari semuanya itu.

[12] Memang semua orang yang hendak berlaku setia dalam Isa Al-Masih akan mengalami penganiayaan,

[13] sedangkan orang-orang jahat dan para penipu akan bertambah-tambah jahatnya sehingga mereka menyesatkan orang-orang sementara mereka sendiri pun semakin tersesat.

[14] Tetapi, hendaklah engkau tetap hidup di dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan yakini dengan mengingat siapa yang telah mengajarimu.

[15] Lagi pula, dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci sehingga oleh iman kepada Isa Al-Masih, kitab itu dapat memberikan kepadamu hikmah yang mendatangkan keselamatan.

[16] Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan berguna untuk mengajar, menegur, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah

[17] sehingga tiap-tiap orang milik Allah dibekali untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.

Surat 2 Timotius — Chapters