Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:26

[1] Akhirnya, Saudara-saudara, doakanlah kami supaya firman Tuhan semakin diterima dan dimuliakan, seperti yang sudah terjadi di antara kamu,

[2] dan supaya kami dilepaskan dari orang-orang yang jahil serta jahat karena tidak setiap orang memperoleh iman.

[3] Tetapi, Tuhan kita setia sehingga Ia akan meneguhkan kamu dan memelihara kamu dari si jahat.

[4] Di dalam Tuhan, kami berharap bahwa kamu sedang dan akan melakukan hal-hal yang kami pesankan kepadamu.

[5] Kiranya Tuhan mencondongkan hatimu pada kasih Allah dan pada ketabahan Isa Al-Masih.

[6] Hai Saudara-saudara, kami menasihatkan kamu dalam nama Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi, supaya kamu menjauhkan diri dari saudara-saudara yang hidup bermalas-malasan dan yang tidak menuruti ajaran yang mereka dengar dari kami.

[7] Kamu sendiri tahu bagaimana kamu harus menuruti teladan kami karena kami tidak hidup bermalas-malasan di antara kamu

[8] dan juga tidak memperoleh nafkah secara cuma-cuma dari tangan orang. Tetapi sebaliknya, dengan berjerih-lelah kami bekerja siang dan malam supaya kami tidak memberatkan seorang pun di antara kamu.

[9] Hal itu kami lakukan bukan karena kami tidak memiliki hak, melainkan supaya kami dapat menjadi teladan yang dapat kamu turuti.

[10] Lagi pula, ketika kami masih bersama-sama dengan kamu, inilah yang kami pesankan kepadamu, yaitu jika seseorang tidak mau bekerja, jangan makan.

[11] Kami mendengar ada beberapa orang di antara kamu yang hidup bermalas-malasan. Mereka mencampuri urusan orang lain dan tidak mengerjakan sesuatu pun.

[12] Pesan dan nasihat kami dalam nama Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi, untuk orang-orang yang demikian adalah supaya mereka bekerja dengan tenang dan makan dari hasil jerih payah mereka sendiri.

[13] Sedangkan untuk kamu, hai Saudara-saudara, janganlah jemu berbuat baik.

[14] Jika ada orang yang tidak menuruti kata-kata kami dalam surat yang kami kirimkan ini, tandailah orang itu dan jangan berteman dengannya supaya ia menjadi malu.

[15] Tetapi, jangan kamu menganggapnya sebagai musuh, melainkan nasihatilah dia sebagai seorang saudara.

[16] Kiranya Dia, Tuhan sumber kesejahteraan, memberikan sejahtera-Nya senantiasa bagimu dalam segala hal. Tuhan menyertai kamu sekalian.

[17] Aku, Paʼul, mengirim salam dengan tulisan tanganku sendiri. Sebagai tanda pada setiap surat kirimanku, demikianlah tulisanku.

[18] Anugerah Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi, menyertai kamu semua.

Surat 2 Tesalonika — Chapters